Selasa, 17 Desember 2013

Ilmu atau Wanita?


Sha’ir dibawah ini sangat menyentuh banget. Cocok untuk yang sedang bergelut dalam dunia ilmu.


“Salam, buat orang yang memikatku dengan kecantikannya, dan mengkilatkan kedua pipinya, serta melirikkan matanya. Aku telah tertawan dan tergoda oleh seorang gadis yang manis. Akalpun bingung untuk mensifati pribadi orang itu. Tapi aku berkata, “Tinggalkanlah aku dan maafkanlah aku. Karena aku telah terbuai dan sibuk menuntut ilmu serta mendalaminya”.


(Shaykh Najm al-Din ‘Umar ibn Muhammad al-Nasafi bersenandung dalam Sha’ir-nya untuk menyinggung budak Ummu Walad, dalam Shaykh al-Zarnuji, Ta’lim al-Muta’allim, penj. Abdul Kadir al-Jufri (Surabaya: Mutiara Ilmu, 2009) hlm. 101.

Senin, 02 Desember 2013

Nama-Nama Penerima Beasiswa Provinsi Jambi 2013


Dinas Pendidikan Propinsi Jambi telah mengumumkan hasil seleksi beasiswa S2 dan S3 Tahun Anggaran 2013 pada 1 Desember 2013. Cek nama anda:Disini
Bagi yang lulus atau nama anda tercantum disitu, anda diharapkan untuk menandatangi pakta integritas, kwitansi dan kotrak perjanjian dengan membawa 3 (tiga) buah materai 6.000. Penandatangan di laksanakan pada hari Senin - Rabu (2 - 4 Desember 2013). Dimulai dari pukul 14.00 s/d 16.00 WIB bertempat di Aula Lantai III Dinas Pendidikan Propinsi Jambi.Sementara untuk pemohon bebasiswa S2 dan S3 yang tidak lolos seleksi bahan dapat melengkapi bahan sesuai dengan standar pengumuman terdahulu, dan diterima selambatnya tanggal 6 Desember 2013.

Sabtu, 16 November 2013

‘Mengapa Semua Persoalan Ini Terjadi?’



 [Catatan Kecil Untuk Pak Bahren Nurdin]

Oleh: Edi Kurniawan*
Dalam minggu-minggu ini, di tengah tumpukan tugas-tugas kuliah di Negeri sebarang, penulis selalu mengikuti perkembangan terkini yang terjadi di Jambi melalui harian Jambi Ekspres. Ada satu artikel yang ‘menggelitik’ penulis untuk mengangkat pena: Potret Buram Disdik Provinsi Jambi oleh Pak Bahren Nurdin (Panggilan takzim penulis kepada beliau). Terbit hari Sabtu, 02 November 2013.
Setelah menunggu beberapa hari, ternyata tidak ada jawaban maupun penjelasan, baik dari Disdik atau yang lainnya. Di satu sisi, kita berharap semoga tulisan Beliau menjadi teguran, nasihat serta muhasabah bagi Disdik. Namun di sisi lain, karena permasalahan yang diangkat merupakan permasalahan besar yang sudah kronis lagi kulli - dalam wacana akademis - izinkan penulis berseberangan pendapat dan menambahkan karena berdasarkan atas pembacaan penulis, tulisan tersebut lebih pada potret zahir dan analisa ‘diplomatis’ yang hampa analisa historis dan ‘filosofis/metafisik’.

Rabu, 16 Oktober 2013

Tak Ada Kompor, Rice Cooker Pun Jadi





Tak pasti, adakah orang yang pernah mencoba ataukah saya yang pertama kali, masak daging dalam rice cooker. Ceritanya gini brooo… kemarin saya menjadi salah satu panitia penyelenggara Kurban di Majid UTM, dan lumayan dapat daging 2 kilo. Trus bingung, bagaimana cara memasaknya karena saya tidak punya kompor dan selama di Malaysia pun tidak pernah memasak. Nah, ide ‘konyol’pun datang. Rice Cooker! Yah…. Rice Cooker!

Minggu, 13 Oktober 2013

Is KH Sa’id Agil Siradj an Adherent of ‘Salafī’?




One of my friends gave Sa’id Agil Siradj’s dissertation to me some weeks ago by title: ‘Ṣilatu L-lāh bil Kaun fī L-Taṣawwuf al-Falsafī: Dirāsah wa naqd’ (The relationship of Allāh with Nature on the Taṣawwuf of Falsafi: A Study and A Critique). Click here to download it.

Today I have a moment to read it. It has 662 pages, divided into seven chapters (plus conclusion), and published by Ummul Qurā University, Mecca. The object of his research is on the concept of ma’rifah, tawḥid, fanā’, hulūl, ittihad dan wahdat al-wujūd that recognized by Muslim scholar such as Ibn ‘Arabī, al-Ghazalī, Abū Yazīd al-Bustāmī, Junaid al-Baghdādī, al-Hallaj, Zunnun al-Misrī, and others. While his tool of analysis, like what he says by using of Ahlussunnah wa al-Jamaʿah views that recognized by Ibn Taymiyyah.

Well. As we know that he is a President of Nahḍah al-ʿUlamāʾ or well-known by NU, the larger Muslim Organization in Indonesia. In NU traditions and views, the names like Ibn ʿArabī, al-Ghazalī, Junaid al-Baghdādī are the prominent scholars and more influence them. Otherwise, Ibn Taymiyyah’s views on Kalām and Taṣawwuf are not so interested by them. It’s really contrary to NU’s views on Kalām and Taṣawwuf.

It becomes more interesting not only to me but you also to read it page by page and to know what’s happen with KH Sa’id Agil Siradj. Contemplate these questions deeply: Was he ever adhered by Salafi and he left it after his joint to NU, or it was just a research, or it was influenced of his University? Wallāhuaʿlam! I should not judge him. Please read it and evaluate by you your selves.