Senin, 04 Mei 2015

Genap Sepuluh

Aku berada dalam posisi memilih, disuruh menarik dan mengambil – setelah kembangkan jari dan hitung 1, 2, 3, 4, dst ternyata -  satu dari 10. Kok bisa? Akupun tak habis fikir, karena sesuatu yang tak kusangka dan tak kuduga, siapalah aku! Namun ini memang fakta.

Ku hikayatkan sebuah cerita, berawal dari dua bulan lalu, mungkin lebih kurang itulah estimasi waktu, hitungannya berawal satu. Datang lagi, hitungannya dua. Datang lagi, hitungan tiga, dan begitu seterusnya. Namun ku katakan, aku bukanlah penggombal kata, apatah lagi berlagak seperti anak SMA. Aku jaga diriku untuk jauh dari itu.

Tiga minggu lalu aku pulang kampung, ternyata aku jadi berita. Aku ini bukan artis bukan idola, apalagi nak mengalahkan pamor Ariel, sungguh aku pun tak faham mengapa. Orang tua atau orang yang diwakilkan datang silih berganti. Alamakk…. Apa nak ku kata.

Dari kampung aku pulang ke Jambi. Ternyata aku juga ditawarkan rezeki. Makkk…. Apa nak ku kata.

Satu minggu yang lalu, embun putih mengirimkan wakil dan bertanya. Kira-kira elang sudah siap belum untuk menerkam. Mak apa nak ku kata.

Beberapa hari yang lalu, empun putih pun ada yang mengisytiharkan diri, tanpa utusan, melainkan empun itu sendiri dengan membawa mikrofon, mengumumkan dan mengata. Lagi2… mak… apa nak ku kata.

Ku angkat jari dan mulai menghitung, ohh ternyata genap sepuluh.
Ohh demi Allāh, aku benar-benar takut riyak dan takabbur datang melanda.
Ya udah deh, kabur saja. Daaaa…….

Posting Komentar