Kamis, 27 Juni 2013

Catatan sang ‘Penakluk KL' dalam mencari ilmu





Apa yang anda rasakan ketika anda menunggu sesuatu, tapi tak kunjung datang? Bosan bukan? Apalagi ditambahkan dengan keadaan perut yang sudah lapar, mata yang tingaal 5 watt serta kebisingan Kota Kuala Lumpur yang memekikkan telinga. Sudah 1 jam aku berada di chowkit, sebuah tempat yang sangat strategis bagi para penunggu Bus Kota.


Lalu lalang manusia. Wajah berganti wajah dan Bus berganti Bus. Sial…. Bus yang ditunggupun tak kunjung datang. Nomor ajaib… ya nomor ajaib… U1, Rapid KL atau 41 Bus Metro, jurusan KL - Greenwood yang kan mengantarkanku kembali ke rumah.


Hari ini memang hari - bukan bermaksud mengatakan sial - namun hari yang lagi tak beruntung. Sehabis kelas terakhir tadi sebenarnya teman-teman yang mengendarai motor pada kosong. Tujuan mereka denganku sama, Gomba. Ya… Gombak… Namun tidak seperti biasanya, ternyata hari ini teman-teman pada cepat pulang, sementara selapas kelas tadi aku harus menghadiri les bahasa inggrisku ku dengan kak Dayu, teman sekelas. Namun seteleh pulang, aku sangkaBang Zaki masih di kampus, ternyata bukan, motor yang ia kendarai hanya mirip dengan miliknya, sementara saudaraku Mukhlas teman boncengan hilir mudik ada les Bahasa Inggris di British Council, sehingga memutuskan tidak pulang kecuali setelah les.


Suntuuukk… lapeeeer…. Ngantukkk…. Maceeeet… sebuah kenanganku hari ini yang terukir dalam catatan harianku ‘menakluk KL’ dan ilmu.

Note: kejadian ini terjadi beberapa bulan lalu

Posting Komentar