Jumat, 30 Agustus 2013

Motivasi Seorang Guru




Sore ini, di ruang eksekutif CASIS dan sehabis kelas, ketika kami sedang asyik-asyiknya berbincang ringan sesama pelajar CASIS, tiba-tiba datanglah Dr. Syamsuddin Arif, dikalangan kami mahasiswa Indonesia memanggilnya Ustas Syam. 

Aku yang sedang berbaring di Kursi, merehatkan badan karena kurang tidur selama satu minggu ini karena mempersiapkan tugas-tugas dan belajar untuk menghadapi ujian semester pendek, langsung bangun.

“Ada buku baru nih, kiriman dari Jerman”, beliau mengawal pembicaraan sambil memperlihatkan buku berwarna hijau yang ada digenggamannya.

“Ini terbitan Jerman, beberapa waktu lalu”, beliau menambahkan.

Lalu kami yang duduk di berbagai pojok langsung bangkit berjalan cepat menghampiri beliau.


“Mana-mana ustas”, salah seorang berkata.

“Buku ini khusus tentang falsafah dan kalam Ibn Taymiyyah”, terangnya.

Lalu beliau beliau membolak-balikkan daftar isi, “nih… ada satu pengarangnya dari Indonesia”.

“Mana-mana”, semuanya penasaran.

Uppppss…. Ternyata disitu tertulis Dr. Syamsuddin Arif, yang tak lain dan tak bukan adalah beliau sendiri.

“Wauuuuu….”, semua berdecak kagum.

“Buku ini berasal dari makalah konfren tahun lalu. Ini dari Turki. Ini dari Amerika. Ini dari Israel”, sembari beliau memperkenalkan satu persatu kontributor-kontributor buku tersebut.

“Makalah ini saya tulis dengan lima kali rombakan dengan coret sana-sana. Kita belajar dari hal terkecil, mulai dari menulis artikel seperti yang kita praktekkan di kelas”. Lalu tidak lama beliaupun pamit.

Kami semua terpukau, berdecak kagum. Itulah Ustas Syam, orangnya teliti dan jeli. Wajah kami bertatapan memandang satu sama lain. Kami tahu, itu adalah motovasi beliau untuk kami, bukan riya’. Kami semua sudah tahu siapa beliau dan kualitas keilmuannya, serta keikhlasan dan  kecintaannya kepada ilmu.

Ohhhh…. Beruntunglah kami dapat burguru kepada orang sepertimu ya ustas.




Asrama UTM International Campus Kuala Lumpur, 30 Agustus 2013.

Posting Komentar