Minggu, 01 September 2013

Ilmu dan Kemerdekaan



Pagi-pagi sehabis subuh (subuh disini jam 06.15)saya sudah bersiap-siap. Mandi, sarapan dan siap berangkat. Kebetulan hari ini, ada special class: Introduction to Islamic Studies: ‘Aqidah yang diadakan di rumah Prof. Wan Suhaimi Wan Abdullah di kawasan Puchong Malaysia. Biasanya di kampus, tapi itulah yang saya katakan special class. Dan teks yang dibaca adalah Fiqh al-Akbar karya Imam Abu Hanifah.
Kelas diadakan jam 09.00. Supaya tidak terlambat, jam 07.15 saya dan Mukhlas sudah berangkat. Brmmmm… ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Kami terlambat hampir 1 jam.

Memang perjalanan ke tempat beliau jika menggunakan kendaraan pribadi bisa menghabiskan 1 jam. Tapi…. ini kendaraan umum. Dari asrama UTM, tempat kami tinggal, kami bergerak ke stasiun kereta api yang tak jauh dari situ. Sekitar 25-30 menit dari stasiun sampai ke KL Central. Dari KL Central menyembung kereta baru ke kawasan puchong dan turun di stasiun kampus UKM. Ini menghabiskan waktu 25-40 menit. Aku lihat jam di HP-ku ternyata sudah pukul 09.20 (han). Waduh…. Di luar waktu. Memang tadi kami lama menunggu kereta dari KL Central. Setengah jam mungkin ada.
Setelah tiba di stasiun UKM, disana bang Arif, Ghani dan Aimran sudah menunggu. Kami langsung berangkat. Buhhhh…. Ternyata tidaklah dekat. Sekitar 20 menit perjalanan, barulah sampai ke rumah beliau.
Setelah sampai, ternyata temana-teman sudah menunggu dan kelas belum dimulai karena masih menunggu kami. Jam 10 baru kelas dimulai. Wuuuhhh…. Betapa malunya aku karena keterlambatan ini.
5 orang kami dari Indonesia yang mengikuti kelas ini. Semuanya tinggal di kawasan Kuala Lumpur. Itu berarti butuh perjuangan untuk kesana. Tapi…. ini tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan teman-teman pelajar Malaysia. Mereka lebih dari itu. Hari ini, 31 Agustus adalah hari perayaan kemerdekaan Negara mereka. Merdeka dari penjajahan Inggris. Namun karena kecintaan mereka kepada ilmu, perayaan itu ditinggalkan.
Salah seorang dari mereka berkata dalam status yang dibagikan:
“For some of us, merdeka means being free from ignorance. That is why we would rather attend a class with our teacher even if it is on Hari Merdeka. Assoc Prof Dr Wan Suhaimi Wan Abdullah giving a lecture on early part of tawhid from the Fiqh al-Akbar of Imam Abu Hanifah rahimahuLlah”.
Aduhai….. benar itu. Betapa bersemangatnya mereka!

Kuala Lumpur, 31 Agustus 2013

Posting Komentar