Jumat, 05 April 2013

Saman Pertamaku

Polis lagi menyaman

Eitz… ente tau kagak, apa itu saman? Gak tau ya? (beeehhh…sok ngajarin.com).hahahaa… SAMAN itu dari bahasa Melayu Malaysia yang artinya TILANG alias kena tilang Polisi. Mengapa kena tilang? Yah… boleh jadi kita tidak lengkap dalam mengendara karena tidak memakai helem, sepion atau apalah. Atau boleh jadi juga si Polisi lagi bokek.:-). 

Cerita gini broo pagi itu aku dan Mukhlas (http://perpus-alkhairat.blogspot.com/) berangkat kuliah. Sama seperti hari-hari sebelumnya, dari rumah ke kampus kami lewat Tol Duke, demi menghemat waktu. Kalau lewat jalan raya biasa itu bisa menghabiskan waktu 30 menit, sementara kalau lewat tol, cuma 10-15 menit. Kami tinggal di Greenwood, Gombak, tak jauh lah dari Kampus IIUM. Sementara kampus kami di kawasan semarak, Kuala Lumpur.

Ringkas kata ringkas cerita. Sebenarnya yang mengendarai motor itu mukhlas. Biasa… gaya soulmate-ku satu ini, gaya orang jawa, karena dia memang darah jawa, bawa motornya pelan sekali. Kayak bapak2..hahahaaaa.. pizz ya Mukhlas.^_^ 

Trusss….
 
Di tempat pembayaran Tol ada jalur khusus motor, jadi motor tidak perlu bayar uang Tol. Namun celakanya, tempat ini menurut cerita teman-teman merupakan tempat polis (Melayu) alias polisi (Indonesia) nangkring mencari mangsa.hahahaa… tapi nih brooo… seumur saya di Kuala Lumpur, baru itu kali pertama saya berjumpa Polis nongkrong di situ.
Mungkin nasib gue lagi sial kali yaa…. Dari jauh sebenarnya tidak akan tampak jika ada polisi, kecuali kalau sudah melewati tikungan itu. Jika sudah masuk, ya sudah…. tidak bisa berbalik arah…. pasrah saja sama polis yang sudah di hadapan.

Naaaah… disiniiii niiiiih… si Mukhlas tu yaaa… Grogiiii….jadi kepala motornya sedikit olang aling.hahaaaa… lalu dia berhenti…. hmmm… celakanya niiih brooo… si polisi itu sudah faham psikologi orang-orang yang bersalah di jalan raya. Lalu kami di stop. 

“bang… gimana nih bang… kita gak ada sim?” Tanya si Mukhlas.

“yaaa…. Tawakkal saja”.

Ehhhh….. ternyata disitu si Mecheon alias si Arif, teman sekelas dari Bandung, sudah duluan di stop sama polis. Sambil berdiri dia senyam-senyum menatap kea rah kami.
“parker di sini” perintah polis.

Karena banyaknya kendaraan yang diperiksa pagi itu, jadi kami cukup lamalah disitu. Mungkin mencapai ½ jam. Baru tiba giliran. 

“Sopir motor ini siapa?” Tanya si polisi.

“saya ncek”, jawab si Mukhlas.

“mana Licence (Indonesia: SIM) sama rotek (Indonesia: STNK)”.

“tak de ncik”

“Apeee… motor ini boleh dibawa ke balai polis (kantor besar polisi) ini”.
Dengan berbisik-bisik aku dengan mukhlas.

“Lasss… antum bawa uang berapa?”

“Yaa Allah bang… Mukhlas Cuma bawa RM. 20”.

“Yaa sudah… abang ada RM. 20”.

Maklum lagi bokek brooooo….hahahaaa Kecuali si Big Bos alias si Mukhlas yang dipanggil ama teman2 Big Bos yang uangnya berserak di ATM.

“Engkau boleh kena RM.300…. RM.600… RM.900… haaaaah RM.900… karena ada tiga kesalahan”, gertak si Polis. Padahal kami Cuma salahnya satu, tak ada SIM. Dalam aturan Malaysia, itu kalau di selesaikan dibalai polis bisa menghabiskan uang tidak kurang dari RM.300 (+-Rp.900.000).

“Busyeeettt” pikirku,,,, “Wong kita salahnya Cuma satu. Ini mau mencari uang dia”.

Lalu aku serahkan paspor dan kartu mahasiswa dan dengan wajah merayu (dalam bahasa Melayu merayu negosiasi dengan lemah lembut agar dikurangkan).

“Bang… maaf bang… kami pelajar UTM dari Indonesia tak punya uanglah sebanyak itu. Kalau boleh kita selesaikan disini sahaja lah bang”.

“Selesai disini maksud engkau macam mana?”.

“Yaa selesai disini”.

Hmmm… namanya juga polis jalanan, pasti sudah pahamlah dengan bahasa kinayah semacam itu.

“kalau RM.50 tak mau saya angkat”, sembari dia meninggalkan kami dan mengurus yang lain.

“Las… antum merayu saja dengan wajah meremes dengan polis itu. Jangan membantah”, pintaku sama Mukhlas.

“Iya bang”, sembari si Mukhlas mengejar si polis.
Dari jarak yang sedikit jauh aku mendengar, “ncik maaf ncik, saya Cuma ada RM.40”. 

Haaaaaaaa….. haaaaaa… haaaaaaa…. Dasar polisi KAMPREEEEEEE……… (stttttt… gak usah dilanjutin hehehe).^_^

Si Mukhlas baru baru saja menarik uang dari saku baju, eh…. belum lagi keluar sudah ditarik sendiri sama si polisi itu dari saku si Mukhlas dan dengan sekejap uang itu ia pindahkan ke kantong celana..


“Haaaa…. Haaaa…. Haaaa…. Bang goblok betul polisi itu yaa…. Seperti belum sarapan dia. Cangok”, pekik si Mukhlas ketika meninggalkan si Polis itu.

“Ya sudahlah las… ikhlasin saja… kalau urusan diselesaikan di kantor polisi urusan menjadi ribet dan uang yang akan dikeluarkan akan berlipat-lipat dari RM.40 itu. Ikhlasin saja agar dia tidak memakan uang haram”.

Saya kira polis Indonesia saja yang mata duitan, ternyata Malaysia juga, sama saja.
Rekk… rekk… rekk… sebetas itu ceritanya.hahaaaaa….

Nb.
TKP: Jalan Tol Duke, 21 Desember 2012 pukul 09.15 pagi Waktu Malaysia

Posting Komentar