Minggu, 10 Februari 2013

Evaluasi Diri Selama Belajar Di CASIS


Waktu berlalu bak air yang mengalir, trus tak kenal henti. 24 jam dalam hitungan hari. 60 menit dalam hitungan jam. Yang menang, merekalah pejuang. Yang kalah, merekalah pecundang. Begitulah aku mengibarat peputaran waktu ini. 

Hari demi hari aku jalani dengan menikmati belajar di rantau ini. CASIS, itulah nama programnya. Salah satu program baru yang berda di bawa Fakulti Tamadun Islam – Universiti Teknologi Malaysia. 

Satu semester lamanya sudah berlalu aku berada di Kampus ini. Segala suka dan duka bersemai bersama. Namun, alangkah bijaknya diriku mengevaluasi diri: apa yang telah aku dapatkan dari CASIS selama 1 semester ini? Berapa buku yang sudah aku baca? Berapa pelajaran yang sudah aku pahami? Berapa tugas yang sudah aku selesaikan? Berapa artikel dan makalah dari dosen yang sudah aku kerjakan? Berapa dana yang sudah aku keluarkan? Berapa energi tubuh yang sudah dihabiskan? Berapa fokus pikiran yang sudah aku fokuskan? Berapa rindu yang sudah dihabiskan, berpisah jauh dari orang tua dan sanak keluarga? Berapa umur yang sudah habiskan? Sudah berapa jauh sudah aku meningkatkan pemamahan bahasa Arab dan Inggrisku? Seberapa jauh aku mendekatkan diri kepada Tuhanku?

Pertanyaan demi pertanyaan mengalir dari waktu ke waktu. Muhasabah demi muhasabah diri selalu direnungi. Namun tidaklah cukup hanya sampai disitu. Aku perlau aksi, bukan pertanyaan. Sudah berapa jauh aksiku untuk dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan itu? 

Entahlah, ilmu itu membutuhkan masa, kesabaran dan ketekunan untuk mendapatkan? Ilmu itu bukan sesuatu yang simple untuk didapatkan, seperti membalikkan telapak tangan. Namun yang jelas, selama aku berada disini, aku berusaha seoftimal mungkin untuk meraih ilmu itu. Cita-citaku insyaallah takkan pernah padam hingga Allah mengutus Malaikat Izrail mencabut nyawaku. Prof. Dr. Edi Kurniawan, M.A. radiallahu ‘anhu (yang diridoi Allah), itulah cita-cita tertinggi. Titik…. 

Aku termenung dalam mimpi
Mendaki gunung tak berkesudahan
Untuk apa aku mencaci
Jiwa dan ragaku terikuti

Menerawang dunia masa depan
Lautan ilmu tak berkesudahan
Azzampun telah terhujam
Tinggal menunggu kehendak Tuhan

Iktiar dan do'a telah berjalan
Masa menunggu keajaiban
Posting Komentar