Rabu, 04 September 2013

Pengalaman Pertama Menginskripsi Manuskrip Arab



Nahkah Syarah Minhaj al-Thalibin oleh Jalaluddin al-Mahalli
MS. Leiden, Or. 11. 964, f.24b.

Ini pengalaman pertama kaliku berinteraksi dengan manuskrip Arab. 3 hari 4 malam tidak keluar rumah kecuali shalat, makan atau ada keperluan lain, kemudian pulang lagi ke rumah. fokus hanya satu, menginskripsi. Awalnya bingung: bagaimana cara mengerjakan. Tulisannya sulit dibaca. Gabungan antara riq’ah dan naskhi. Ditambah lagi dengan umurnya yang sudah ratusan tahun, hingga sebagian ada yang tidak jelas atau hilang.

Mengalah? Tidak. Sungguh amat malu Jan Just Witkam, orientalis pemilik manuskrip ini. dia tidak sunat. Tapi semangat. Sementara aku bersunat.hehe


Tak terhitung, berapa kali sudah diulang dan dibaca. Buka kamus. Kenali satu persatu. Tulis. Dan ketik. Padahal ia cuma 4 lembar. Kini, kesulitan itu susah sudah terjawab. Tugas ini selesai juga. Tepat pukul 23.11. Oh… Ternyata ada rasa senang yang tak ternilai dengan uang. “Sungguh dibalik kesulitan akan ada kemudahan. Dan sungguh dibalik kesulitan aka nada kemudahan”, janji ayaturrahman.

Posting Komentar