Kamis, 25 September 2014

Sejarah



Tengah malam, baru saja aku pulang dari kampus. Tiba-tiba Isma’il, teman serumah baruku, memulakan percapan dan duduk disampingku.
“Edi, I have a nice poetry”.
“Dia tahu sekali aku lagi tergila-gila sama Sya’ir Arab”, kataku dalam hati.
“What poetry is that”, aku bertanya.
Lalu ia membuka dan menyodorkan buku kepadaku, langsung ku tancap dan lihat judulnya, al-Islām fī Nījiriyā; artinya, Islam di Nigeria.
“Oh… the history of Islam in your country!”, gumamku.
Lalu dia menunjukkan bait-bait Syai’r tersebut. Subhanallah. Sungguh saat indah:



لَيْسَ بِاِنْسَانٍ وَلَا عَاقِلٍ  #   مَنْ لَّا يَعِي التَّارِيْخَ فِي صَدْرِهِ
وَمَنْ وَعَي أَخْبَارَ مِنْ قَبْلِهِ   #   أَضَافَ أَعْمَارًا اِلَي عُمْرِهِ

Bukan manusia dan bukan pula orang yang berakal   #   mereka yang tidak memahami sejarah [hingga terhujam] dalam dadanya.
Siapa yang memahami kabar-berita tentang orang-orang sebelumnya  #  seakan-akan ia telah menambahkan banyak umur pada hidupnya.


Dinukil dan diterjemahkan dari buku  al-Islām fī Nījiriyā karya Adam ʿAbdullah al-Ileri, ulama agung asal Nigeria, Afrika.

Posting Komentar