Sabtu, 14 Mei 2011

Akar Tua Penghijau Daun

(teringat ibuku di kampung sana)


Musim berganti musim
gugur daun tunas menua
putikpun tumbuh bunga mengembang
hijau buah kuning memasak. lalu jatuh ke bumi.
sujudku padamu…

Waktu berganti waktu
batang  menua dahan memanjang, besar.
hingga hijau daun menghiasi rerantingan yang mengejar-ngejar, matahari.
tak lupa diri…
ternyata engkaulah akar tua penghijau daun yang dulu menjalar, pencari air.
terimakasihku padamu…

Kini…
putih memutih daun tua layu hingga mati. bermukim zaman di rambutmu
pulau memulau lah hitam dikikis waktu. satu persatu erosi gigimu
akar mengakar lah menua. tanah tak tertusuk, airpun tak terserap. hilang sudah kekuatanmun.

Masanya…
istirahatlah…
karena ada rindangan pohon yang lah meretas buah
bila masa engkau mau, kapan waktu engkau suka
buah jatuh untukmu

Di balik akar tuamu
ada dahan yang selalu menadah sudah
merangkai kata-kata indah di atas sajadah
berkumit mulut khusuklah sudah
itulah dahan sholeh sholehah
yang selalu mengirimkan do’a untukmu


130511

Catatan:
lah: telah
berkumit: Berkomat kamit
Posting Komentar