Selasa, 03 Mei 2011

Tips Menjadi Mahasiswa Mandiri


            Dunia mahasiswa bukan lagi dunia kita sebagaimana layaknya kita di SMA dulu yang serba mengaih dan masih dibimbing orang tua atau guru. Dunia mahasiswa sudah menuntut kita untuk mandiri dalam segala hal. Di kampus, ketika ada tugas, dosen hanya memberikan gambaran umum tentang tugas tersebut, selebihnya dikembalikan kepada kita. Atau ketika dosen menjelaskna pelajaran, mereka hanya memberikan jalan atau gambaran umum kepada mahasiswa. Berbeda dengan guru-guru kita ketika di SMA, mereka benar-benar membimbing.
Oleh karena itu, setidak ada dua hal yang harus kita belajar untuk menjadi mahasiswa mandiri dan kemudian kita terapkan dalam kehidupan kita, yaitu mandiri dari sisi finansial dan mandiri dari kepribadian.

FINANSIAL
Khusus untuk tingkat mahasiswa, sukses finansial yang dimaksud di sini bukanlah mandiri yang sesungguhnya tanpa meminta sepeserpun dari orang tua. Tapi setidaknya, kita mau belajar dan berkarya untuk mendapatkan hal tersebut sehingga tidak 100% mengais dengan orang tua. Sudah bisa mencari uang untuk belanja dan keperluan pribadi.
Bagi teman-teman yang benar-benar mandiri, yang tidak ada sepeserpun bantuan dari orang tua untuk biaya kuliah dan belanja sehari-hari, tentunya ini suatu prestasi yang luar biasa. Karena difaktori tekad dan semangat untuk kuliah, sementara keadaan tidak mengizinkan, maka ada di antara mereka yang mengabdikan diri untuk menjadi ta’mir masjid, di mana mendapatkan tempat, air, dan listrik gratis, serta ditambahkan lagi jajan bulanan, kemudian ditambah lagi dengan mengajar private dari rumah ke rumah yang dilakoni. Memang ada yang demikian, tapi ini jumlahnya tidak seberapa. Namun jika kita bisa dan mampu untuk melakukan demikian, mengapa tidak.
Berikut di bawah ini, ada bebearapa tips untuk menjadi mahasiswa mandiri, sebagai berikut:
1.      Buat Target Kemandirian
Hal ini penting untuk kita buat. Contoh, semester awal kuliah kita meminta masih dibiaya sepenuhnya oleh orang tua di samping juga muali mencari jaringan. Maka pada semester ke dua, targetkan minimal kita sudah bisa menghasilkan uang meskipun itu belum mencukupi, tapi setidaknya bisa membantu urusan dapur. Kemudian pada semester yang ke tiga, targetkan jaringan sudah semakin luas dan penghasilan lebih besar dari sebelumnya. Kemudian pada semester ke empat lebih besara lagi, begitu juga jaringannya. Begitu seterusnya, buat target ini sampai selesai kuliah. Setelah selesai kuliah, jaringan sudah luas dan pekerjaannya sudah cukup mapan untuk penghasilan diri sendiri dan sudah bisa membantu orang tua.

2.      Cari Tempat Tinggal Gratis
Usahakan cari tempat tinggal gratis, karena jika kita mengontrak rumah, berapa uang yang dikeluarkan dan ini akan membebani. Setidaknya harga kontrakan atau rumah dalam satu tahun bisa mengeluarkan dua juta dan itu masih kelas bawahan. Jika seandainya, uang dua juta ini kita gunakan untuk keperluan lainnya seperti untuk biaya kuliah, membeli buku, atau sebagai modal untuk berbisnis, dll, tentu ini lebih bermakna.
Nah, coba bayangkan kalau tinggal di tempat gratis, seperti mengabdikan diri untuk menjadi ta’mir masjid, sekretariat organiasai atau juga menjaga perkantoran. Di samping tempat tinggal, air, dan listrik gratis, boleh jadi juga di kasih uang saku, lumayan untuk biaya hidup. Untuk lebih mudah dan juga cukup menjanjikan, bagi laki-laki yang ada ketrampilan agama atau lulusan pondok pesantren, maka usahakanlah tinggal di masjid.

3.      Bekerja
Bekerja, apapun pekerjaannya, yang terpenting halal lagi diberkahi. Gadaikan keahlian apa yang ada pada kita. Bisa menjadi tanaga pengajar, penjaga toko, sales, bekerja di rumah makan, dll. Hilangkan rasa malu, karena Allah sangat memuliakan orang yang mau bekerja. Namun yang perlu diperhatikan, jangan sampai berbenturan dengan kuliah dan jangan meninggalkan kuliah demi pekerjaan. Jika waktu waktu kuliah di pagi hari, maka kita bisa bekerja pada sore hari. Atau sebaliknya, jika kuliahnya sore hari, maka bisa bekerja pada sore atau malam hari.
Berikut di bawah ini beberapa tips untuk mencari pekerjaan sehingga tidak berbenturan dengan waktu kuliah:
  1. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang lowongan pekerjaan dan list objek pekerjaan tersebut.
  2. Buat lamaran pekerjaan dan lampirkan daftar riwayat hidup dan ijazah terkahir serta surat lamaran pekerjaan (jika diperlukan).
  3. Masukkan surat lamaran ini pada objek yang telah ditentukan. Ingat, usahakan lebih dari lamaran lamaran dilayangkan. Lebih banyak lebih bagus. Semakin banyak lamaran yang dilayangkan, maka semakin besar peluang atau kemungkinan diterima.
  4. Tunggu panggilan.
  5. Jika lamaran sudah diterima, tanyakan berapa gaji yang akan diberikan begitu pula lihat waktunya, jangan berbenturan dengan waktu kuliah.
  6. Jika diterima, lakukanlah pekerjaan dengan penuh tanggung jawab serta utamakan kejujuran.

4.      Berbisnis
Bisnis merupakan peluang yang besar serta menantang untuk mendapatkan uang. Perhatikanlah, kebanyakan orang-orang kaya, mereka adalah para pebisnis.
Berikut di bawah ini beberapa hal yang dibutuhkan dalam berbisbis atau akan memulai bisnis:
  1. Berani mencoba dengan analisis yang matang serta memperhatikan sasaran, peluang, dan tempat.
  2. Berani mencoba dengan analisis yang matang inilah modal awal. Sebab, tidak semua orang berani untuk mencoba, meskipun analisisnya sudah matang dan modalnya sudah ada. Prestasi yang luar biasa jika mempunyai keberanian untuk mencoba.
  3. Memperhatikan peluang, sasaran, dan tempat juga sangat penting. Jika salah menempatkan, maka ini bisa mengakibatkan kerugian. Apa bentuk atau barang yang akan diusahakan? Siapa sasarannya? Peluangnya seperti apa? Dan tempatnya di mana? Pertanyaan semacam ini perlu dijawab dan itulah yang menjadi analisis kita.
  4. Kejujuran
Di samping modal, dan berani untuk mencoba, kejujuran dalam berbisnis merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan dan dijunjung tinggi. Betapa banyak orang yang tidak jujur yang hanya mencari keuntungan semata sehingga orang-orang benci dengannya. Lambat laun pelanggan mulai lari dan pada akhirnya bisnisnya pun harus gulung tikar.
Rasul pun dalam berbisnis juga mengedepan kejujuran, sehingga bisnisnya lancar dan meraih keuntungan yang bukan hanya materi belaka, tapi juga orang-orang senang dengan beliau sehingga Allah pun ridha. Atas kejujuran beliau inilah orang-orang Qurays kala itu menggelarkannya dengan sebutan “Al-Amin”.
  1. Bersikap santun dengan pelanggan, hormatilah mereka, dan jangan lupa memperhatikan kebersihan dan kerapian.

5.      Membuka less private
Beragam macam less private yang bisa kita lakukan. Mulai dari less Bahasa Inggris, Matematika, Biologi, Fisika, Bahasa Arab, baca Al-Qur’an, dll. Mudahnya pekerjaan ini tidak membutuhkan modal yang besar, cukup modal ngeprint pamplet atau selebaran dan foto cofy untuk disebarin. Dan kumpulkan beragam macam teman dari latar belakang jurusan dan keahlian yang bisa dan mau untuk mengajar. Berikut di bawah ini tips untuk membuka less private:
a.       Buat pamplet atau selebaran yang berisi informasi mengenai private yang bisa diajarkan serta camtumkan nomor kontak dan alamat yang bisa dihubungi.
b.      Pamplet ini diperbanyak deangan di foto cofy
c.       Sebarkan dan tempelkan di tempat-tempat umum, sekolah-sekolah, perumahan-perumahan, jalan-jalan, dan tempat lainnya yang bisa dibaca oleh orang banyak. Kemudian seteleh itu, bisa bersantai-santai di rumah selang beberapa waktu jika ada yang menghubungi.
d.      Jika ada yang menghubungi dan tertarik dengan less private kita, usahakan janji ajak bertemu dan tentukan beberapa hal:
                                 i.            Pinta alamat rumah dan nomor yang bisa dihubungi.
                               ii.            Mata pelajaran yang dibutuhkan
                              iii.            Jadwal atau waktu untuk mengajar
                             iv.            Sepakati honornya
e.       Jika ia meminta untuk less private mata pelajaran yang tidak ada latar belakang atau keahlian kita, maka kasih tempo untuk beberapa waktu dan cari teman-teman yang sesuai dengan dengan keahliannya. Contoh, pelajaran yang dipinta mata pelajaran biologi, sementara kita tidak mempunyai keahlian dalam mata pelajaran tersebut, maka cari teman-teman yang punya keahlian mengenai pelajaran tersebut. Kemudian setelah didapatkan, bisa dimusyawarahkan dengan teman tersebut, berapa persen dari honor tersebut untuk kita. Jangan mematok persenanan yang terlalu tinggi. Sebab, kita hanya modal perantara sedangkan ia modal ilmu dan tenaga atau diikhlaskan saja juga bisa, tergantung kesepakatan kita dengan teman tersebut. Setelah mendapatkan orang yang cocok untuk mengajar, maka temukan teman kita tersebut dengan orang yang membutuhkan atau yang berkepentingan tadi.


KEPRIBADIAN
Sebagai mana yang telah dijelaskan di atas, dunia mahasiswa bukan lagi sama seperti kita masih SMA yang serba dibimbing dan dituntun. Dunia mahasiswa mahasiswa dituntut aktif, mulai dari belajar, mencari informasi, mengerjakan tugas.
Selain itu, kita tentunya tidak sama lagi kala kita masih kecil yang selalu dimanja dan dibuai oleh orang tua. Pakaian dicucikan, makan tinggal makan, kamarnya dibersihin, gak ada kerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring, membersih halaman, dll. Lain halnya dengan titel mahasiswa, apalagi tinggalnya tidak bersama orang tua lagi atau “ngekost”. Mulai dari mencuci baju, piring, menyapu rumah, halaman, masak, itu semua dikembalikan kepada kita. Gak mungkin lagi hal-hal tersebut dikerjakan orang tua. Nah, Berikut di bawah ini beberapa tips agar bisa mengurus diri sendiri:
1.      Tanamkan rasa malu untuk menjadi anak mami
2.      Kerjakan pekerjaan rumah sendiri-sendiri. Mulai dari mencuci, masak, menyapu, menyetrika, dll.
3.      Bertanya dan belajar kepada yang sudah perpengalaman.

Posting Komentar