Minggu, 08 Mei 2011

Inilah Kisah Anak Negeri


Dia adalah seorang santri, didikan partai suci, “bersih dan peduli” logonya yang menyulam dalam jerami, menebas dengan golok suci.
Dia adalah seorang wakil rakyat, penuh amanah dan kepercayaan menyekat

adalah kisah di siang itu, dalam musyawarah alim mufakat, matanya terbelalak pada penyengat, melihat dari yang tak bermartabat dari komputer jinjingnya.

adalah galau anak-anak negeri, mendangar yang tak bermartabat, dari orang yang bukan bijat, atau barangkali dia khilaf.

“Gara-gara nira setetes, air sebejana kotor semua”, begitulah pepatah lama berkata.
Posting Komentar