Selasa, 03 Mei 2011

Wanita Separuh Baya


Wajahnya sayu...
di sudut bola matanya ada bintik-bintik hitam petanda keletihan dari gunungan punggung-punggung dan rusuk-rusuk.

Ia adalah wanita separuh baya, dari tadi kulihat ia begitu sabar menunggu sang buah hati di pojok ruang itu
di atas kursi Eropa
dalam waktu yang sangat lama

Sang buah hati tertidur lelap. Tidur
teletihan di pangkuannya
dengan sabar ia menunggu gilirannya, sambil mengusap, mengelus, dan mencium kepala si buah hati yang masih abang-abang bayi.

10… 20… 30… 40… 60… menit telah berlalu. Giliran pun
tak kunjung usai.

Aku tatap jam di dinding itu, ternyata sudah pukul 20.45
ia telah menunggu hampir dua jam lama
tak ada letih dan bosan di wajahnya. Namun yang tampak hanyalah unggahan-unggahan keikhlasan dan kesabaran yang penuh kasih saying. Seakan-akan hatinya berkata:  “sabarlah sayang, ibu akan menjaga dan merawatmu, meskipun tanpa Adam di sini”.

Di atas kursi Eropa dan di depan meja kasir, di malam itu, ku tertegun: sungguh ia adalah wanita yang luar biasa. Aku mengagumi wanita separuh baya itu.
Posting Komentar