Jumat, 20 Mei 2011

RAHASIA DI BALIK UJIAN

HARI ini (Jum’at, 20 Mei 2010) aku menunaikan shalat Jum’at di Masjid Kampus, tempat yang dulu aku pernah menuntut ilmu selama 4,5 tahun. Karena ada beberapa kesibukan yang menunda, aku datang ketika mu’azin telah mengumandangkan azan kedua, dan selang beberapa waktu khatib memulai khutbahnya. Sayang, kalau mengikut petunjuk Rasulullah, hari ini aku hanya mendapatkan telor ayam(^_^), padahal seyogya bergegas mendapat sapi atau minimal lembu (pahala ^_^).

            Di awal khutbahnya, khatib mengutip dua buah ayat: “Wamaiyattaqillahi yaj’allahu makhraaja” (barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah mempermudahkan segala urusannya), dan “Wamaiyattaqillahi yarzuqhu min haisu laa yahtasib” (barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan memudahkan rizkinya).

Sejenak aku tertegun tatkala khatib menjabarkan ayat ini dengan penuh hikmah. Beberapa waktu lalu cobaan berat bertubi-tubi menimpa hidupku. Jika difikirkan secara akal sehat dan hitungan sistematis, rasanya suatu hal yang tak sanggup untuk menerima kenyataan hidup. Seumur hidupku, baru kali ini merasakan penderitaan yang bertubi-tubi semacam ini. Tapi alhamdulillah masih ada Allah di hati, masih ada tempat mengadu kepadanya.

            Diawali dengan ibuku yang tercinta tiba-tiba jatuh sakit, tak sanggup bergerak seperti biasanya. Yah... barangkali sudah umurnyalah yang butuh istirahat banyak dan sudah mulai uzur(^_^). Lalu kemudian adikku tercinta yang sekarang sedang meminba ilmu di sebuah Ponpes, yang tiba-tiba butuh uang banyak untuk membayar uang sekolah. Ya ampun.... biasanya ada ibu yang membantu, tapi beban itu dikembalikan padaku. Mau cari ke mana.

            Belum lagi selesai urusan yang satu, beberapa hari setelah itu cobaan baru datang lagi. Seorang sahabatku berobah total. Biasanya aku dan dia sering bercanda, namun kala itu dia diam dan diam seribu bahasa. Dan cobaan ini belum lagi selesai, tiba-tiba kakakku yang tertua menambah beban pikiranku lagi atas ulahnya.

            “Yaa Allah... kepadaMu lah hamba mengadu dan kepadaMu lah hamba meminta pertolongan. Permudahkan urusanku yaa Allah... sembuhkanlah ibu... limpahkan nikmatmu kepada sahabatku... permudahkanlah hamba membantu ibu dalam membiayai adik hamba yaa Allah... permudahkan urusan kakakku yaa Allah... engkau telah menjanjikan, tidaklah engkau membeni seorang hamba kecuali atas kesanggupannya. Berikanlah kesabaran dan keikhlasan kepada hambaMu yaa... Allah....”, do’a inilah selalu terpatri sehabis shalat dan sujudku dengan linangan air mata, penuh harap dan pinta.

Sekiranya atas cobaan ini aku berfikir matematis dan menjauhkan diriku dari Allah, suatu hal yang tak sanggup aku menahan beban itu semua. Maka jadilah aku hamba yang kufur. Kufur ketika nikmat Allah itu dicabut. 

Empat ujian beruntun terjadi. Belum lagi selesai yang satu, yang satu sudah menunggu. Tapi Alhamdulillah masih ada Allah tempat mengadu. Aku tingkatkan ibadahku kepada Allah untuk mencapai manisnya ibadah. Aku dekatkan diriku kepadaNya. Memohan kemudahan kepadanya. Berdo’a disetiap akhir sahalat dan sujudku. Alhamdulillah akhirnya keajaiban Allah itu pun datang. Ibuku yang tadinya sakit parah, alhamdulillah Allah sembuhkan. Adikku yang butuh uang sekolah, entah dari mana Allah memudahkan rizkiku. Sahabatku yang tadinya diam seribu bahasa, alhamdulillah kami sudah bercanda ria seperti biasanya. Kakakku yang tadi cik cok keluarga, alhamdulillah Allah berikan ketenangan pada keluarganya. JanjiMu itu benar yaa Allah... “tidaklah Allah membebani seorang hamba, kecuali atas dasar kesanggupannya”. 

            Sahabat bloofer^_^... Dalam setiap pernak-pernik kehidupan, jadikanlah Allah hadir di setiap langkah kita. Dialah tempat kita mengadu. Berdo’alah kepadanya dengan penuh harap dan pinta. Berikhtiyarlah dengan sungguh-sungguh menjemput rizkiNya. Bersabarlah dalam setiap ujianNya. Lalu serahkan semuanya kepadaNya. Yakinlah janji Allah itu benar, “di balik kesusahan akan ada kemudahan. Sungguh, di balik kesusahan akan ada kemudah”. “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan memudahkan rizkinya dari penjuru yang tak terduga... keep istiqamah saudaraku^_^... jadilah hamba Allah yang selalu bersyukur ketika nikmat itu diberi. Dan jadilah hamba Allah bersabar dan ikhlas ketika nikmat itu dicabut. ^_^ Mudah-mudahan syurga Allah yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, dipan-dipannya dari mutiara, bidadari cantik jelita, kolam-kolam susu mengalir indah, kebun-kebun kurma yang mengindahkan mata, itu diberikan kepada kita. Ameen...^_^.


Jambi, 20 Mei 2010
           

Posting Komentar