Selasa, 03 Mei 2011

SEBELAS TAHUN TANJUNG JABUNG TIMUR (Kado Untuk Abdullah Hich)

Oleh: Edi Kurniawan
 
Beberapa waktu lalu, bertepatan dengan hari jadi yang kesebelas Kabupaten Tanjung Jabung Timur (21 Oktober 2010), penulis berkesemmpatan mengunjungi “Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung”. Tanjabtim adalah kabupaten yang sudah sudah maju yang tidak jauh berbeda dengan kabupaten lainnya, itulah anggapan awal penulis mengenai Kabupaten ini. Mulai dari sisi pembangunan, insfrastruktur, SDM, dll. Anggapan ini terbantahkan ketika penulis sudah memasuki kawasan Tanjabtim. Jalan-jalan yang berlobang di sana-sini, lebih terkejut lagi ketika sudah memasuki kota Sabak. Pembangunan kota yang masih jauh dari yang diharapkan. Gedung-gedung megah, lebih banyak untuk sarang walet ketimbang sarana pasitas manusianya. Jembatan penyeberangan yang tidak ada yang menyebabkan roda perekonomian agak tersendat, keadaan kota yang barangkali tidak beberapa jauh berbeda dengan keadaan pasar kecamatan yang ada di beberapa kabupaten lain, dan banyak hal lain yang kurang di sana-sini, sehingga ada salah satu teman yang berujar, “ini ya, kota Tanjabtim, kok gak ada lihat kendaraan roda empat yang melintas”. Bahkan ada di antara teman-teman tersebut yang berujar, “jika kamu menemukan kendaraan roda empat, saya hargai Rp. 5000”, tandasnya.
Rasa penasaran ini selalu menghantui pikiran penulis. Bertanya di sana-sini dengan masyarakat untuk mencari info lebih jauh mengenai Tanjabtim, namun penulis tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Ya, barangkali karena tempat bertanyanya yang kurang mengetahui keadaan pembangunan dan Kabupaten.
Ketika malam hari tiba, penulis dan teman-teman duduk di pelabuhan sambil melihat pemandangan dan aliran sungai Batanghari yang membelah kota tersebut. Tidak jauh dari tempat duduk di pelabuhan, dari situ penulis melihat  ada toko buku. Akhirnya langsung saja penulis mendatangi toko buku tersebut. Banyak buku yang ditemukan, meskipun tidak selengkap toko buku yang ada di Kota Jambi. Setelah memilah-milah, ternyata tidak ada satu buku pun yang tertarik dengan penulis. Kebanyakan buku tersebut hanya buku-buku pelajaran untuk SD, SLTP, dan SLTA. Ketika penulis mau keluar dari toko buku tersebut, penulis melihat ada beberapa majalah, dan koran-koran. Langsung saja penulis mendekatinya yang barangkali ada info baru yang akan di dapat, terutama mengenai Tanjabtim. Setelah memilah, akhirnya penulis menemukan Harian Sabak Ekspres yang pada halaman pertama tercantum “Dirgahayu Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung: 11 Tahun Kemajuan Pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Timur”. Tanpa banyak tawar-tawar, langsung saja penulis membeli Koran tersebut.
Alhamdulillah, setelah membaca “Sabak Ekspres”, banyak ilmu dan wawasan baru yang didapat terutama mengenai Tanjabtim. Pada halaman pertama tercantum kemajuan-kemajuan dan prestasi Tanjabtim. Pertanyaan awal yang ada dalam anggapan penulis akhirnya terbantah sehingga membuat mata penulis berkaca-kaca dan hati pun bergumam, “luar biasa bapak Abdullahich, sungguh luar biasa”. Bayangkan, kabupaten yang dipimpinnya selama dua periode yang dimulai dari alokasi anggaran awal berdirinya Kabupaten tersebut pada tahun 2000 silam hanya sebesar Rp. 850 juta dengan kekuatan personil pada level kabupaten 29 orang, yang pada akhirnya terus meningkat, sehingga pada tahun 2010, APBD kabupaten tersebut meningkat mencapai Rp. 723,3 Miliar. Demikian pula Tanjabtim yang pada awalnya merupakan kabupaten tertinggal, namun pada hari ini akhirnya terentas pula berdasarkan penilaian Kementerian Negara Daerah Tertinggal. Begitu pula pada sektor pendidikan dan kesehatan, Kabupaten ini merupakan Kabupaten yang pertama di Provinsi Jambi yang melaksanakan pendidikan dan kesehatan gratis, tentu ini prestasi yang luar biasa.
Pada tahun 2001 presentase penduduk yang menamatkan jenjang SLTP hanya 10,12 % meningkat pada tahun 2009 19,1 %. Untuk tamatan SLTA 5,15 % (2001), naik menjadi 19,1 % (2009). Kemampuan baca tulis penduduk meningkat, mulai dari 79 % (2003) menjadi 96,1 % (2009). Begitu pula pembangunan fisik sekolah, mulai dari 3 unit SLTA pada tahun 2001, menjadi 32 unit pada tahun 2010. SLTP 18 unit pada tahun 2001, menjadi 63 unit pada tahun 2010. Kemudian dibuka lagi Sekolah Tinggi Tekhnik Tanjabtim. Begitu pula pada sektor kesehatan yang digratiskan, sehingga jumlah penduduk yang berobat ke Rumah Sakit atau Puskesmas selalu meningkat setiap tahunnya. Kemudian untuk Bidan, pada tahun 2002 hanya 38 % Desa yang mempunyai Bidan, namun dengan semangat sang Bupati, dididiklah 80 putra-putri daerah pada tahun 2004-2007, sehingga pada hari ini 96 % di semua Desa sudah mempunyai Bidan. Begitu pula pada sektor pembangunan, kelautan, perikanan, perhubungan, transportasi, pariwisata, sosial budaya, dan agama, menunjukkan laju pertumbuhan yang sangat signifikan.
Dibalik prestasi itu semua, bukanlah tidak ada rintangan dan hambatan. trial and error merupakan dua sisi yang tak terpisahkan. Bapak Abdullahich, jajaran pemerintah beserta masyarakat telah berhasil membangun Tanjabtim, hemat penulis ada beberapa hal yang harus dipertahatikan agar pembangunan tersebut terus malaju dengan pesat. Pertama, pembangunan yang tepat guna. Belajar dari beberapa daerah, seperti Terminal Penumpang di Kabupaten Merangin dan Kota Jambi yang menghabiskan biaya Miliaran Rupiah, namun itu tidak berpungsi. Pembangunan yang tepat guna merupakan suatu hal yang musti. Kedua, kedisiplinan dan kejuujuran pada seluruh Instansi Pemerintah. Ketiga, memepercepat pembangunan jembatan yang menghubungkan kota Sabak dan infrastruktur lainnya seperti perbaikan jalan yang rusak demi lajunya roda perekonomian rakyat, serta pembangunan pelabuhan Muara Sabak dan dermaga Apung. Keempat, dalam pesta demokrasi kedepan, semustinyalah rakyat memilih pemimpin yang ideal sebagai sosok pengganti Bapak Abdullahich. Kelima, peningkatan mutu pendidikan dan kesehataqn merupakan suatu hal yang musti. Keenam, Pemerintahn dan Rakyat harus bersatu demi laju pembangunan yang signifikan.
Akhir kata dari tulisan ini, “Sebelas Tahun Tanjung Jabung Timur: Kado untuk Abdullahich”, hanyalah ungkapan lain dari penulis, “Selamat Dirgahayu Ke-11 Tahun 2010 Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Selamat kepada Bapak Abdullahich, serta jajaran pemerintah dan masyarakat Tanjung Jabung Timur atas Pembangunannya yang Luar Biasa”


Posting Komentar