Selasa, 03 Mei 2011

Manusia Setengah Dewa

aku adalah manusia setengah dewa, menggerogos seluruh sendi kehidupan, bermain indah di atas kata-kata, bersilat dengan kelincahan, menari dengan kelenturan dan kegemulaian.

setiap yang datang kupersilahkan, setiap yang menghadangkan kuuangkan, serta kutekan: atasan.

seruling: siulanku, gitar: petikanku, silat dan kungfu: jurusku, emas kilauan: penjagaku, dan tahta: topengku.

siapa berani, mari ke sini
siapa bersiul, dipersilahkan
siapa menari, diindahkan
siapa bersilat, dimasakkan
siapa mengaji, dikhatamkan

akan kuremukkan dengan kecapi, kuhadang dengan dasi, kupukul dengan pendekar, kusiul dengan tilawah merdu nan indah para qari.

aku adalah manusia setengah dewa, bermain dengan dunia, mengubah yang berubah dengan tinta, menapaki segala yang fana.

mataku telah terhunus kilauannya yang tak bisa memisahkan air tawar dan asin: terpaan ombak di tengah derasnya dentuman samudra.

jantungku librator…
yang berdetak kencang di atas mesin penggiling padi.

tanganku tangan besi…
diapit panglima yang siap meremukkan yang bersiul dan berkecapi, hingga mengalir darah-darah merah dari tubuh: pemberani.

aku adalah manusia setengah dewa, menghunuskan darah putih, mengapit yang tak terlupa, menghadang segala raja-raja. kalau tuan berani, pai la kesini.

aku menghukum dengan rimba, menuai segala yang ada, mengambil apa yang disuka.

aku adalah manusia setengah dewa yang sering berdasi. berjalan dengan kaki merah.
reben: kacamataku
sepatu hitam mengkilap: alasku
rambut hitam semempai dengan sisiran meyakinkan: gaya rambutku
kopiah-kopiah hitam sunatan: gaya sipuku
jas jerami emas: baju luarku

itulah aku, manusia setengah dewa…



Jambi, 23 Maret 2010
Posting Komentar